pejuanghukum45.my.id – MOJOKERTO, JATIM – Diperkirakan antara 5.000 hingga 6.000 pendaki akan mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,” pada Senin (17/8/2026).
Selain mengikuti upacara detik-detik Proklamasi, para pendaki juga akan kembali mengibarkan bendera Merah Putih berukuran panjang sekitar 1.000 meter di Puncak Pawitra, Gunung Penanggungan.
Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Gunung Penanggungan telah menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai komunitas pecinta alam, relawan, tim penyelamat (rescue), serta unsur pemerintah daerah. Gunung Penanggungan sendiri memiliki ketinggian sekitar 1.653 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikenal memiliki sejumlah situs peninggalan sejarah, termasuk peninggalan masa Kerajaan Majapahit.
Ketua Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) Watu Kelir, Khoirul Anam, mengatakan kegiatan upacara tahun ini akan dipusatkan di Puncak Pawitra dan Puncak Bayangan Gunung Penanggungan.
Menurut Anam, jumlah pendaki yang diperkirakan hadir tahun ini mencapai 5.000 hingga 6.000 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan upacara HUT ke-80 RI pada 2025 yang diikuti sekitar 3.000 hingga 3.500 pendaki.
“Estimasi ada 5 ribu sampai 6 ribu pendaki yang ikut,” ucap Anam, Sabtu (15/8/2026).
Tidak hanya upacara, panitia juga kembali menyiapkan pengibaran bendera Merah Putih raksasa sepanjang sekitar 1.000 meter di Puncak Pawitra. Pengibaran tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian para pendaki dalam peringatan kemerdekaan di kawasan Gunung Penanggungan.
Ada pembentangan bendera 1.000 meter di puncak,” kata Anam yang juga merupakan pengelola jalur pendakian Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Meningkatnya jumlah pendaki membuat aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan kesehatan menjadi perhatian panitia. Ratusan sukarelawan disiapkan untuk membantu memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Personel yang disiagakan antara lain 10 petugas pos pendakian, 25 personel SAR Penanggungan, 50 anggota Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), 15 anggota Welirang Community, 50 sukarelawan TSA, serta sekitar 50 personel dari komunitas Semanggi Alas, Indonesia Eagle, dan Kerapa Pala.
Para relawan akan ditempatkan di sejumlah titik sepanjang jalur pendakian maupun di lokasi pelaksanaan upacara. Penempatan personel tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pendaki sekaligus memberikan bantuan apabila terjadi kondisi darurat.
Panitia juga menyiapkan sejumlah sarana pendukung, terdiri atas dua unit ambulans, empat unit sepeda motor, satu unit mobil double cabin, dan satu unit kendaraan offroad Jimny.
Selain fasilitas evakuasi dan transportasi, kebutuhan konsumsi bagi para petugas dan pendukung kegiatan juga disiapkan melalui dua dapur umum, Dapur umum di Pos 2 dikoordinasi LPBI NU, sedangkan dapur umum di Puncak Bayangan oleh Kera Pala dan Semanggi Alas,” jelas Anam.
Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang, panitia mengimbau seluruh pendaki tetap memperhatikan keselamatan selama berada di jalur maupun kawasan puncak. Para peserta juga diharapkan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Gunung Penanggungan selama mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
(Laporan Yudi)
