pejuanghukum45.my.id – Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 2.738 lowongan pekerjaan dari 39 perusahaan untuk membantu 2.463 warga Desil 1-3 usia produktif yang belum memiliki pendapatan tetap.
Melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker), ribuan warga tersebut akan diarahkan untuk melamar pekerjaan sesuai peluang yang tersedia. Mereka juga mendapatkan pendampingan mulai penyiapan berkas hingga menghadapi proses wawancara kerja.
Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, jumlah 2.463 orang tersebut diperoleh setelah Pemkot melakukan pendataan terhadap warga Desil 1-3 usia produktif yang belum berpendapatan dan membutuhkan intervensi pekerjaan.
“Jadi 2.463 orang ini nantinya akan kita sandingkan dengan peluang kerja yang kami punya di Kota Surabaya. Ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya dari 2.463 orang ini kita arahkan untuk melamar di 39 perusahaan tersebut,” kata Hebi, Jumat (11/9/2026).
Tersedia 2.738 Lowongan dari 39 Perusahaan
Menurut Hebi, terdapat 2.738 lowongan pekerjaan yang tersedia dari 39 perusahaan.
Pemkot akan mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan profil para pencari kerja. Namun, intervensi tidak berhenti pada pemberian informasi mengenai lowongan.
Disperinaker juga akan mendampingi warga dalam menyiapkan dokumen lamaran agar sesuai standar yang dibutuhkan perusahaan.
Ketika masuk tahapan seleksi, para pencari kerja akan mendapatkan bimbingan untuk menghadapi wawancara dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Kita ajari bagaimana caranya agar sesuai standar. Kemudian yang kedua, ketika saat ada wawancara nanti kita akan ajari juga bagaimana cara wawancaranya,” ujar Hebi.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pencari kerja ketika mengikuti proses rekrutmen di perusahaan yang dituju.
Pencari Kerja Dibuatkan Akun ASSiK
Untuk mempermudah proses pencarian kerja, Pemkot Surabaya juga akan membuatkan akun personal melalui aplikasi ASSiK atau Arek Suroboyo Siap Kerjo bagi pencari kerja Desil 1-3 yang telah terdata.
Melalui aplikasi tersebut, warga dapat memantau perkembangan proses lamaran menggunakan telepon seluler.
Pemberitahuan mengenai panggilan perusahaan juga akan masuk melalui sistem sehingga pencari kerja tidak melewatkan jadwal wawancara maupun tahapan tes lainnya.
“Nanti mereka bisa melihat lewat Hp, bahwa ada panggilan atau tidak, nanti ada notifikasi (pemberitahuan) di sana. Untuk memudahkan pencari kerja, sehingga nantinya pada saat wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan,” sebutnya.
Kecamatan dan Kelurahan Ikut Monitoring
Disperinaker juga akan melakukan monitoring terhadap warga yang mengikuti program tersebut dengan melibatkan kecamatan dan kelurahan.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pencari kerja diarahkan sesuai kualifikasi masing-masing sekaligus mencegah pelamar menumpuk pada satu perusahaan.
Dengan demikian, peluang kerja yang tersedia di 39 perusahaan dapat disandingkan secara lebih terukur dengan 2.463 warga yang telah terdata.
Perkembangan proses tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi Pemkot Surabaya.
“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) sangat mendukung program ini,” pungkas Hebi.
(Team/Red) Sanusi
