filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.41000003, 0.41000003); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 59.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
Pejuanghukum45.my.id CILOGRANG, LEBAK — Upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah terus dilakukan di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten.
Salah satunya melalui Seleksi Lomba Bahasa Ibu tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Cilograng yang digelar di Gedung PGRI Kecamatan Cilograng, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para siswa perwakilan dari sejumlah sekolah dasar. Para peserta diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta penguasaan bahasa ibu melalui cabang lomba yang telah ditentukan panitia.
Kegiatan turut dihadiri Pengawas SD Kecamatan Cilograng Zulfian Yusmana, M.Pd., Ketua K3S Kecamatan Cilograng Mamur, S.Pd.I., para kepala sekolah, serta guru pendamping.
Ketua K3S Kecamatan Cilograng, Mamur, S.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan bahasa daerah kepada generasi penerus.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu dan budaya daerah. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya,” ujar Mamur.
Menurutnya, keterlibatan sekolah dalam kegiatan seperti ini penting agar pelestarian bahasa dan budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dikenalkan kepada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pelaksanaan seleksi berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan lomba, didampingi guru masing-masing.
Melalui seleksi tersebut, diharapkan muncul siswa-siswa berprestasi yang nantinya dapat mewakili Kecamatan Cilograng pada tahapan lomba di tingkat berikutnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran sekolah dalam menjaga keberadaan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat.( Hen)
