Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut perayaan Hari Raya Idul Adha yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan umat Islam di Indonesia. Keseragaman pelaksanaan ibadah dinilai mencerminkan semangat kebersamaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat yang majemuk.
Ketua MUI mengatakan Idul Adha bukan hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga sarana memperkuat nilai solidaritas sosial, kepedulian, dan gotong royong antarumat. Menurutnya, semangat berkurban mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Perayaan Idul Adha secara serentak diharapkan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan menjaga persatuan umat Islam. Nilai pengorbanan dan keikhlasan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
MUI juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana mempererat hubungan antarsesama serta menjaga kerukunan di tengah perbedaan. Selain itu, umat Islam diimbau untuk melaksanakan ibadah kurban dengan tertib, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta memastikan distribusi daging kurban dilakukan secara merata dan tepat sasaran.
Di berbagai daerah, pelaksanaan salat Idul Adha berlangsung khidmat dengan dihadiri ribuan jamaah. Setelah salat, masyarakat melanjutkan kegiatan penyembelihan hewan kurban di masjid, musala, maupun lingkungan permukiman warga.
MUI berharap semangat kebersamaan yang tercipta selama Idul Adha dapat terus dijaga dan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
