pejuanghukum45.my.id – Sanusi
Penampilan pelajar sebanyak 1.500 dari berbagai sekolah di Surabaya menampilkan Tari Remo sekaligus mengikuti kirab budaya dalam rangkaian Sedekah Bumi Kelurahan Lidah Wetan, Surabaya, Minggu (4/10/2026).
Acara Sedekah Bumi ini menampilkan Kirab budaya dengan tema “Kembalinya Jati Diri” ini sekaligus menjadi ajang refleksi untuk mengajak masyarakat kembali memperkuat karakter, identitas, serta nilai-nilai luhur budaya lokal.

Camat Lakarsantri Iin Trisnoningsih menyampaikan, pagelaran Tari Remo massal ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Para pelajar yang terlibat tidak hanya menari, tetapi juga ikut serta mengawal jalannya rombongan kirab.
“Ada sebanyak 1.500 anak-anak pelajar yang tadi mengikuti Tari Remo, dan semuanya juga ikut kirab. Untuk tari Remo ini diikuti sekolah-sekolah yang ada di Surabaya, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” kata Iin Trisnoningsih, Minggu (4/10/2026).
Iin menjelaskan, tradisi Sedekah Bumi di wilayah Lidah Wetan merupakan agenda rutin tahunan warga. Namun yang membedakan adalah tema tahunan.
Tahun ini, gelaran kirab dipusatkan di wilayah setempat atau sekitar Gedung Serba Guna Suryo Broto hingga ke kawasan Patung Ayam Jago.
Salah satu prosesi sakral dan paling menyedot perhatian dalam kirab budaya kali ini adalah penyatuan air suci. Sebanyak tujuh sumber mata air dari lima benua yang dibawa oleh perwakilan kelompok spiritual lintas negara yakni, KIVA disatukan di lokasi acara.

“Prosesi penyatuan air suci dari tujuh sumber mata air dari lima benua dilakukan di Patung Ayam Jago. Harapannya, ketika air suci itu disatukan, jadi simbol kekuatan yang nantinya membawa berkah bagi semua yang ada di dunia,” jelasnya.
Iin berharap melalui agenda tahunan ini, Iin berharap tradisi lokal dapat terus dilestarikan serta mampu mempererat tali silaturahmi dan nilai-nilai kebudayaan di tengah masyarakat.
Sebelumnya diinformasikan kalau kirab budaya ini berlangsung sejak pukul 14.30 WIB, dengan melakukan penutupan jalan Lidah Wetan sepanjang 1 kilometer mulai dari simpang tiga Rumadi sampai TL Babatan Unesa.
Iin juga menegaskan, penyelenggaraan acara tahunan ini sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian terkait penutupan jalan serta rute alternatif.
